Selasa, 17 Januari 2023

Hijab untuk siapa??

Bismillah...

 pendapat tentang cadar sebagai syariat adalah pendapat yang baik, baik itu wajib atapun tidak wajib

dalam surat Al-Ahzab ayat 53 yang artinya " jika kalian meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), hendaklah kalian memintanya dari belakang tabir (hijab)" 

kemudian dalam surat yang sama di ayat 59 " wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isteri mu, anak anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu" 

wanita sebagai perhiasan dunia, Allah pun berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 33 " dan hendaklah amu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu" 

dalam suatu riwayat Al-Bukhari dari Abdullah ibn Abbas RA. " suatu ketika, al-Fadhl ibn Abbas membonceng Nabi SAW, lalu datang seorang wanita dari Khats'am. Al-Fadhl lantas memandang wanita itu dan wanita itu pun memandangnya. maka Rasululah memalingkan wajah Fadhl ke arah yang lain" 

pada riwayat ini Rasull hanya meminta Al-Fadhl memalingkan waja  tanpa meminta wanita tersebut untuk menutupi wajahnya.

jarir bin Abdulah RA " aku pernah bertanya kepada Rasululah SAW mengenai pandangan yang tiba-tiba (tidak disengaj). maka beliau menyuruhku untuk memalingkan pandanganku" (HR MUSLIM)

dan dari Ali RA Rasululah bernah bersabda " janganlah engkau ikuti pandangan petama dengan pandangan berikutnya. karena pandangan pertama adalah untukmu, sedangkan pandangan berikutnya bukan untukmu" (HR Ahmad, dari jalur Buraidah)

to be con...

Jumat, 09 September 2022

SUDAH BERTERIMAKASIH

 Akhirnya, aku memberanikan diri untuk mengucapkan terimakasih. dan mendapatkan ancungan jempol.

Selesai. Aku lebih tenang

ternyata sesimpel itu kita mengucapkan terimaksih, namun manfaatnya luarbiasa

Selasa, 23 Agustus 2022

Haruskan Berterimakasih?

Merasakan banget manfaat yang aku dapet, lingkungan yang maasya Allah adem nya, sahabat bahkan sudah seperti saudara yang maasya Allah sangat bersyukur bisa ketemu sama mereka. Ikatan yang dibangun bukan karena bendera, organisasi, kekeluargaan tapi karena Islam. karena Islam kami memiliki ikatan yang Insya Allah tidak akan pernah putus, hancur, apalagi bubar. 


Dan semua itu aku dapatkan karena hidayah Allah, beberapa masalah, dan seseorang. Maka perlukan aku berterimakasih kepadanya?

Perlukah? 

Aku masih berfikir untuk sekedar mengirim pesan bertuliskan terimakasih kepada dia, yang telah mengantarkan ku. 

Terimakasih

Minggu, 29 Mei 2022

Banyak yang mendoakan

Setelah difikir fikir. 2 tahun terakhir, aku tidak pernah sakit yang sampai meriang. Karena biasanya kalau sudah kecapekan pasti meriang, demam masuk angin batuk flu. Alhamdulillah 2 tahun ini aku merasa sehat sehat saja, merasa bahagia meski tuntutan pekerjaan yang banyak, merasa mudah sekali mensyukuri segala hal. Bahkan saat terinfeksi covid aku tidak ada gejala sama sekali.

Berfikir ke belakang, kenapa dan bagaimana aku bisa hidup semudah ini (bila dilihat faktanya beban dan pekerjaan yang berat). Tapi kenapa aku bisa dengan mudah melaluinya. 

Lalu aku ingat, 1 juni 2020. Aku memberanikan diri untuk ikut andil dalam penanganan covid 19. Pada saat itu covid masih sangat sangat ditakuti. Bahkan orang banyak yang enggan keluar rumah. Tapi aku dengan modal nekat izin keluar dari tempat kerja ku yang lama untuk pergi ketempat yang paling orang orang takuti pada saat itu, ya.. RSPP EXT MODULAR SIMPRUG 

Bukan hanya saudara, teman juga bertanya² untuk apa aku nekat kesana. Tapi aku jawab dengan ringan. Bismillah aku mau bantu ummat, mereka support, bangga dan mendoakan aku, sampai aku berdiskusi dengan salah satu teman dekat ku, dan dia pernah bilang, 'kalau ada apa apa hubungi aku' dia selalu mengontrol aku sampai 1 tahun, dia baik selalu memberi aku support dan membuka wawasan aku, terimakasih. 

Dari sana aku mendapatkan banyak Do'a dan dukungan. Mungkin dari Do'a Do'a mereka aku mampu melewati semua ini. Allah maha baik mempertemukan aku dengan mereka. Alhamdulillah

RS yang baru dibangun oleh pertamina khusus untuk pasien yang terinfeksi covid 19. RS yang masih kosong, tidak ada kursi meja bed lemari dll. Benar benar kosong
Kami memulai semua dari nol, angkat angkat meja menata ruangan. Semua kita mulai 

Sampai tiba 1 pasien bernama tn. S.P, masuk ke ruang ICU. Saat itu juga perang baru di mulai, satu per satu pasien berdatangan dengan keluhan ringan sampai berat, kami lalui semua bersama sama. Dengan awal 8 tenaga farmasi hingga mencapai 50 lebih tenaga kami recrut. Semua bekerja dengan hati yang lapang, ikhlas, bahagia. Sampai semua kita jalani dengan ringan.

2 tahun jumlah pasien naik turun, sampai puncak di juni 2021. Kami pernah merasakan kerja jam 7 pagi sampai jam 12 malam. Tenaga farmasi 90% terinfeksi covid 1 per 1, beban kerja semakin berat, semua merasa lelah. Kami nangis bersama. Lelaaaahh ingin teriak, ingin pergi, ingin sudah saja. Apalagi ketika melihat masyarakat yg acuh akan prokes. Rasanya aku ingin teriak 'KALIAN ACUH, KAMI YANG LELAH!!' Belum lagi kaum anti covid, yang tidak percaya adanya covid, mereka bilang 'covid cuma permainan amerika' 'covid cuma akal akalan cina' 'ga ada itu covid' ehh pas udah sakit, terinfeksi covid, tetep larinya ke RS. Pengen teriak rasanya 'KATANYA GA PERCAYA COVID, NGAPAIN BEROBAT KE RS WOOY' 
foto milad rspp ke 50

Kemudian kasus semakin menurun, kami terpakas kehilangan rekan rekan kerja satu per satu. Para relawan dipulangkan, sampai tersisa 8 orang seperti awal. Sedih haru pecah harus berpisah dengan teman teman yang sudah berjuang bersama, melewati ketegangan bersama. Tapi semua pasti akan terjadi, kapan pun waktunya.
foto petugas farmasi di 1 juni 2020

Tiba waktunya kami tidak menerima pasien covid lagi, semua dialihkan ke RS lain. Dengan tersisa 1 pasien terakhir an. B.Z usia 3 tahun. Kami pulangkan dia dengan bangga. Semoga tidak ada lagi yang terinfeksi covid. Pandemi berakhir menjadi endemi. Semua kebali normal, dan mengambil ibroh dari pandemi ini.
    foto pasien terakhir

Haaahhhh... lega rasanya sudah melewati semua
Sekarang waktunya untuk kembali ke rumah. Dan mencari sesuatu yang baru. Semoga ada lebih banyak Do'a lagi 
Salam sejawat ⚘

foto foto perpisahan, all team pejuang akhir Modular 
Foto volunteer yg tersisa

foto farmasi yg tersisa sampai akhir